News Ticker

Melihat Ada Polisi Mahendra Membuang Narkoba

By Galeri Bui - October 29, 2014 No Comments

SEMARANG- Seorang pengendara Honda Jazz H-22-AY, Mahendra Mikawiwaha (37), tiba-tiba membelokkan mobilnya ke arah pintu gerbang kantor Gubernur di Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (28/10/2014) sekitar pukul 01.00. Mahendra terlihat ke luar dari mobil dan membuang sebuah benda di halaman Gubernuran.
Sejumlah polisi berseragam memakai laras panjang dan beberapa di antaranya tak memakai seragam langsung berlari mendekati Mahendra. "Apa yang kamu buang? Narkoba, narkoba," teriak seorang anggota polisi.
Teriakan itu menyita perhatian puluhan polisi lain yang menggelar razia di Jalan Pahlawan, tepatnya di bundaran Tugu Tunas, yang berjarak hanya sekitar 50 meter dari mobil milik Mahendra terparkir.
Dalam waktu singkat, belasan polisi langsung mengelilingi Mahendra.
Polisi meminta Mahendra mengambil sepaket sabu seberat 1 gram dan sebuah bong yang dibuangnya di aspal. Polisi menggeledah mobil Jazz tersebut. Mobil yang kacanya berwarna bening itu terlihat masih memutar video porno di layar DVD portable di dashboard.
"Mobil ini punya pacar saya, dia sedang di rumah sakit. Saya beli sabu dari seseorang di sebuah hotel di Gajahmungkur. Ini yang kali kedua," kata Mahendra, warga Wonodri, Semarang Selatan.
Mahendra kemudian dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk diperiksa sekaligus ditahan.
Tiga Gram Sabu
Selain Mahendra, polisi juga menghentikan sebuah mobil Kia Visto K-8742-HF yang dikemudikan oleh Wendi (27), warga Genuk, dan teman wanitanya, Luna (21), warga asal Purwodadi. Keduanya tampak grogi ketika sejumlah polisi menggeledah seluruh mobil.
"Saya rencananya mau nyanyi di tempat karaoke, Pak," kata Luna kepada petugas.
Petugas kemudian menggeledah mobil dan mendapatkan 6 paket sabu yang belakangan diketahui total beratnya 5 gram. Paket-paket sabu di dalam plastik kecil tersebut disembunyikan di dalam tas milik Wendi. Ada juga paket sabu yang tersimpan di bawah jok mobil.
"Saya beli (sabu) dari seseorang di tepi jalan. Sebagian saya pakai (konsumsi) sendiri, sisanya akan saya kirim ke teman di Purwokerto," kata Wendi.
Keduanya lalu dibawa ke Mapolrestabes Semarang. Luna dilepaskan karena hasil tes urine menyatakan negatif pemakaian narkoba, sedangkan Wendi langsung dijebloskan ke sel.
Operasi rutin yang diikuti oleh 100 personel polisi itu dipimpin oleh Kasat Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Juli Agung Pramono, dan Kasat Lantas AKBP Pungky Bhuana.
"Kami masih menyelidiki asal usul narkoba dari kedua pengendara mobil tersebut," kata Juli Agung.
Pungky Bhuana menyatakan ada 44 kendaraan roda empat dan roda dua yang terkena tilang karena pengendaranya tidak dapat menunjukkan surat-surat kepemilikan.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono, mengatakan, untuk meredam peredaran pil koplo di Kota Semarang, polisi telah menggandeng beberapa instansi terkait.
"Untuk penindakannya kami bekerja sama dengan BPOM, tapi untuk antisipasinya semua pihak terkait kami libatkan. Termasuk pemerintah Kota Semarang," kata Djihartono, didampingi Kasat Res Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Juli Agung Pramono, Selasa (28/10/2014).
Berbagai sosialisasi hingga ke tingkat sekolah juga kerap dilakukan untuk memberikan pemahaman agar para pelajar tidak terjerumus menggunakan pil haram tersebut.
Djihartono mengatakan, dalam sebulan terakhir, pihaknya telah menangkap tiga tersangka penyalahgunaan obat.
Ketiga tersangka ini yaitu Adi Purnomo (30) warga Pancakarya, Khabib Abdullah (22) warga Pusponjolo, dan Asmaul Chusna (27) warga Silandak Timur, Kota Semarang. Dari ketiga tersangka, polisi menyita sedikitnya 4.386 butir pil koplo berbagai jenis.
Maraknya peredaran pil koplo ini membuat kepolisian di Kota Semarang menjadikannya masuk dalam prioritas penanganan. Terlebih para pelaku kejahatan banyak yang mengkonsumsi pil ini sebelum beraksi. "Kami sudah buktikan, kebanyakan penjahat jalanan makan obat koplo ini sebelum beraksi," katanya. (tribuncetak/lyz/ape)

Tags:

No Comment to " Melihat Ada Polisi Mahendra Membuang Narkoba "